Telkom
Gelar
Seminar
Nasional
Internet
Sehat
SEMARANG
- PT
Telekomunikasi
Indonesia,
Tbk (Telkom)
bekerja
sama
dengan
Dinas
Pendidikan
Kota
Semarang
menggelar
Seminar
Nasional
Internet
Sehat
dan Aman
(Insan)
sehari
(9/10)
melalui
ajang
Telkom
Edufair
2010 di
Aula
lantai 8
Gedung
Telkom,
Jalan
Pahlawan
No. 10
Semarang.
Kegiatan
ini
diikuti
komunitas
pendidikan,
guru
dan
orang
tua
murid
se-Kota
Semarang,
dengan
tema
'Internet
pada
Anak,
Dampak
Strategi
dan
Perlindungannya'.
Pada
kesempatan
ini hadir
para pakar
yang
mengulas
tentang
Internet
Sehat
diantaranya
Christine
Wibhowo SPsi
Msi, Ridwan
Sanjaya (
Penulis Buku
Best Seller,
Akademisi
dan Praktisi
IT) serta
Arief
Mustain, VP
Product
Management
Telkom.
Operational
Vice
President (OVP)
Teni
Agustini
didampingi
Operational
Senior
Manager (OSM)
Susatyo
mengatakan,
kegiatan
Telkom
Edufair ini
merupakan
wahana yang
tepat untuk
memperkenalkan
internet
sehat dan
aman sedini
mungkin
kepada
anak-anak.
”Sebagai
BUMN yang
menyediakan
akses
internet
terbesar dan
terluas di
Indonesia,
Telkom
berkewajiban
untuk
mensosialisasikan
penggunaan
internet
untuk
kegiatan-kegiatan
yang positif
dan
produktif,”
jelasnya.
Teni
Agustini
mengatakan
kehadiran
internet
membawa
banyak
manfaat bagi
pemakainya,
baik
masyarakat
perkotaan
bahkan di
pedesaan
sudah
menjadi
bagian dari
gaya hidup.
Meskipun
banyak yang
kuatir
tentang
dampak
negatifnya,
seperti
masuknya
informasi
budaya tak
sesuai
dengan
budaya
Indonesia,
norma hukum
dan agama
terutama
bagi
anak-anak
dan remaja,
tak dapat
dipungkiri
internet
juga banyak
memberikan
manfaat yang
sangat besar
bagi
perkembangan
dunia
pendidikan.
Oleh sebab
itu Telkom
telah
meluncurkan
DNS (Domain
Name System)
Nawala. DNS
Nawala
merupakan
sistem
penyaring
dalam
penggunaan
internet di
seluruh
Indonesia.
”Program
DNS Nawala
adalah
program non-komersil.
Telkom dalam
hal ini
bekerjasama
dengan
Asosiasi
Warnet
Indonesia (Awari).
DNS tersebut
bisa
digunakan
secara
gratis oleh
pengguna
internet
seluruh
Indonesia.
Perlindungan
pengguna,
terutama
anak-anak
menjadi
perhatian
utama Telkom
dalam
penyediaan
DNS Nawala,"
jelas Teni.
Secara
spesifik DNS
Nawala akan
mengurangi
konten
negatif yang
tidak sesuai
dengan
peraturan
perundangan,
nilai agama,
norma sosial,
adat
istiadat dan
kesusilaan
bangsa
Indonesia.
"Seperti
pornografi
dan
perjudian,”
tambah Teguh
Prasetyo.
Ia
menjelaskan,
selain itu,
DNS Nawala
juga akan
memblokir
situs
internet
yang
mengandung
konten
berbahaya
seperti
malware,
situs
phising (penyesatan)
dan
sejenisnya.
“Telkom
berharap
dengan
adanya DNS
Nawala,
internet
dapat
menjadi
sarana yang
lebih aman
dan nyaman,
agar
masyarakat
dapat
memanfaatkannya
secara
optimal,”
imbuhnya.
Dalam
kesempatan
tersebut,
Regional
Marketing
Manager
Lementina
menyampaikan,
konsep yang
diusung
dalam Telkom
Edufair 2010
berbeda
dengan
program
edufair yang
diselenggarakan
oleh pihak
lain, dimana
biasanya
edufair itu
hanya
sebatas pada
pameran buku,
seminar,
atau wahana
untuk
memberikan
beasiswa
sekolah.
Konsep yang
diusung
Telkom
Edufair 2010
adalah
melibatkan
seluruh
elemen dalam
dunia
pendidikan,
seperti
sekolah,
guru, siswa,
orang tua
siswa.
Hal yang
cukup
menarik
dalam acara
Telkom
Edufair
2010,
dimeriahkan
lomba
mewarnai
untuk
anak-anak TK
dan SD kelas
1 – 2 ,
Lomba
Cosplay
Photo
Contest
with Speedy
bagi siswa
SMP- SMA
serta Umum,
Mendongeng
bersama