Masa-masa
awal
kehidupan
seorang anak
merupakan
masa yang
paling
penting bagi
perkembangan
sang anak.
Masa
perkembangan
seperti ini
hanya
terjadi
sekali saja
seumur hidup.
Anda,
sebagai
orang tua,
memiliki
kesempatan
singkat tapi
sangat
menentukan
untuk
menstimulasi
anak Anda
sehingga
tercipta
perkembangan
yang
optimal.
Salah satu
hal yang
bisa Anda
lakukan
untuk
menstimulasi
anak adalah
dengan
membacakan
atau
menceritakan
dongeng
kepada anak
Anda.
Menurut
sejumlah
psikolog
anak,
mendongengi
anak-anak
sejak masa
usia
prasekolah
banyak
sekali
mendatangkan
manfaat bagi
perkembangan
otak serta
mental anak.
Shakuntala
Devi,
penulis buku
bertajuk
Awaken The
Genius In
Your Child
menyatakan
bahwa,
aktivitas
mendongeng
merupakan
batu
loncatan
penting
dalam
membentuk
anak menjadi
seorang
jenius. "Mendongeng
memicu
kekuatan
berpikir
yang super,
yang
menggugah
daya
imajinasi
anak
sehingga
anak dapat
tumbuh
menjadi
seorang
jenius,"
tulis
Shakuntala
Devi.
Shakuntala
Devi sendiri
meyakini
hal-hal
mengenai
adanya
sejumlah
manfaat yang
bisa dipetik
dari
aktivitas
mendongeng
kepada anak.
Sejumlah
manfaat itu
adalah
sebagai
berikut.
Melatih daya
pikir Saat
Anda
mendongeng,
anak
biasanya
akan
mengingat
alur cerita
serta
karakter
atau tokoh
yang ada
dalam cerita
yang Anda
dongengkan
kepadanya.
Selain itu,
anak juga
ditantang
rasa ingin
tahunya
menyangkut
apa yang
akan terjadi
dengan tokoh
yang ada
dalam cerita.
Secara
demikian,
ini akan
melatih daya
berpikirnya.
Merangsang
daya visual
Dongeng yang
Anda
ceritakan
kepada anak
Anda dapat
membangkitkan
daya visual
anak. Ketika
Anda,
misalnya
menceritakan
soal api
unggun yang
dinyalakan,
maka anak
Anda mungkin
saja segera
membayangkan
suasana
gelap dan
dingin di
mana
sejumlah
orang
berusaha
sedang
menghangatkan
diri mereka
dengan nyala
api unggun.
Pada titik
seperti ini,
anak sedang
mengembangkan
daya
visualnya.
Memahami
orang lain
Berbagai
tokoh yang
ada dalam
dongeng yang
Anda
ceritakan
sedikit
banyak akan
membuat anak
memahami
hal-hal
tentang
adanya
berbagai
sifat serta
ciri dari
tokoh-tokoh
dalam
dongeng.
Dengan
memahami
tokoh-tokoh
cerita
dengan
berbagai
sifat dan
cirinya itu,
anak belajar
melihat
berbagai
perbedaan
bahwa setiap
individu
memiliki
perbedaan
yang khas,
termasuk
dirinya
sendiri.
Mengenalkan
budaya yang
berbeda
Cerita-cerita
rakyat yang
Anda
dongengkan
kepada sang
anak
misalnya,
bisa
menambah
pengetahuan
anak tentang
budaya,
nilai, serta
tradisi dari
berbagai
kelompok
masyarakat
yang berbeda
di berbagai
kawasan
dunia. Ini
merupakan
salah satu
bentuk
pendidikan
tersendiri
bagi anak
Anda.
Mengembangkan
kemampuan
analisa
Setelah Anda
mendongeng,
hal ini bisa
Anda
diskusikan
dengan sang
anak seputar
dongeng yang
Anda
ceritakan
tadi. Anda
bisa
bertanya
bagaimana
pendapatnya
tentang
tokoh-tokoh
yang ada
dalam
dongeng yang
telah
diceritakan,
misalnya.
Mungkin juga
Anda dapat
menyuruh
anak Anda
mengulang
kembali
cerita yang
telah Anda
dongengkan
tersebut.
Hal ini
tentunya
dapat
merangsang
daya
analisanya.
Menyangkut
soal waktu
untuk
melakukan
aktivitas
mendongeng,
banyak
kalangan
yang
meyakini
bahwa waktu
sebelum
tidur
merupakan
waktu yang
paling tepat
untuk
mendongengi
anak.
Walaupun
demikian,
tidak
berarti di
luar waktu
tersebut
Anda tidak
boleh
mendongengi
anak. Pada
hakikatnya,
aktivitas
mendongeng
kepada anak
bisa Anda
lakukan
kapan saja
dan di mana
saja. Tidak
harus selalu
pada saat
menjelang
anak mau
tidur. Yang
terpenting,
Anda dan
anak Anda
sama-sama
merasa
nyaman dan
senang
melakukan
aktivitas
tersebut.