Anak-anak di
usia
prasekolah
lebih mudah
untuk
diajarkan
hidup
bersosialisasi.
Persahabatan
memegang
peranan
penting dan
kegiatan
yang
dilakukan
secara
berkelompok
merupakan
saat yang
paling
mereka
gemari. Pada
saat inilah
Anda dapat
mengajarkan
sifat murah
hati pada si
kecil,
seperti
misalnya
berbagi
makanan atau
bergantian
bermain
ayunan.
Tentu saja
kita tidak
dapat
mengharapkan
sikap yang
konsisten
dari anak
seusia ini.
Itu hal
wajar.
Anak-anak
usia
prasekolah
lebih
memikirkan
dirinya
sendiri.
Mereka juga
sangat
menjaga
milik
pribadinya
sedemikian
rupa
sehingga
tidaklah
mudah bagi
mereka untuk
berbagi
begitu saja.
Mungkin,
bagi kita
orang dewasa,
apalah
artinya
boneka atau
mobil-mobilan,
namun bagi
anak-anak
benda-benda
tersebut
sangat
berarti dan
mereka akan
menjaga dan
mempertahankannya
sedemikian
rupa karena
barang-barang
tersebut
merupakan "harta
berharga"
mereka.
Yang jelas,
ada
saat-saat di
mana mereka
bisa
bersikap
murah hati.
Nah, saat
itulah
kesempatan
baik bagi
Anda untuk
memuji dan
memberi
dukungan
atas
kebaikan
hati yang
mereka
lakukan
terhadap
sesama
temannya.
CARA
EFEKTIF
1.Agar anak
dengan mudah
meresapi
arti
kemurahan
hati,
tunjukkan
kemurahan
dan kebaikan
hati Anda
pada orang
lain.
Ajarkan anak
dengan cara
memberi
contoh nyata
karena hal
ini
merupakan
cara yang
paling
efektif.
Misalnya,
saat makan
siang
tanyakan
padanya
apakah dia
mau roti
yang sedang
Anda makan
dan katakan
padanya bila
dia mau Anda
akan
membaginya
separuh.
Melakukan
kegiatan
yang
menyenangkan
bersama-sama
juga
merupakan
salah satu
cara yang
baik.
Misalnya
mencuci
mobil atau
menyiram
tanaman.
2.Ajarkan ia
mengenal
kebutuhan
orang lain.
Misalnya
saat dia
mengatakan
ingin
cokelat,
Anda dapat
memintanya
untuk
berpikir,
kira-kira
menurut dia
apa yang
Anda
inginkan.
Hal ini akan
membuat anak
terbiasa
memikirkan
bahwa orang
lain pun
mempunyai
keinginan
dan
keperluan.
Dengan cara
demikian,
secara tidak
langsung
Anda
mengajarkan
anak untuk
tidak egois,
tidak
mementingkan
diri sendiri,
dan peka
akan
kebutuhan
orang lain.
3.Ingatkan
pula, kita
tidak harus
selalu
berbagi.
Memang, ada
saat di mana
kita perlu
berbagi
tetapi ada
juga saat
tidak perlu
berbagi.
Sebagai
contoh,
katakan
padanya.
temannya
hanya dapat
meminjam
mainannya
tetapi tidak
berarti
dapat
membawa
mainannya ke
rumahnya.
4.Perlihatkan
bahwa Anda
yak menyukai
sikap egois.
Teguran yang
tegas,
konsisten,
namun tidak
kasar, akan
mengajarkan
pada anak
bahwa di
dalam
keluarga
diterapkan
sifat murah
hati. Anda
dapat
mengatakan
padanya,
Anda tidak
senang
melihat dia
tidak
mengizinkan
adiknya ikut
memainkan
boneka atau
mobil-mobilan
miliknya.
Katakan, di
dalam
keluarga
harus
dibiasakan
memiliki
sifat
berbagi.
Jadi, dia
harus
memberi
kesempatan
kepada adik
untuk ikut
bermain.
Tapi ingat,
hindari
memberi
hukuman
karena hal
tersebut
hanya akan
membuat dia
semakin
membangkang.
5.Jangan
lupa beri
pujian.
Pada saat
anak mau
berbagi,
ungkapkan
rasa
senang dan
bangga Anda
atas sikap
si kecil.
Sikapnya
yang manis
itu pantas
diberi
pujian dan
dengan
demikian
secara
perlahan-lahan
sikap baik
hati dan
murah hati
akan melekat
pada dirinya.
6.Memang
bukan hal
mudah untuk
berbagi apa
yang kita
miliki
dengan orang
lain.
Anda pun
tidak akan
mengizinkan
mobil baru
Anda
dikendarai
oleh
tetangga
bukan?
Demikian
juga halnya
dengan si
kecil.
Pasti ada
mainan-mainan
tertentu
yang paling
digemarinya.
Apalagi
kalau mainan
tersebut
baru saja
dibeli.
Dalam hal
ini, Anda
dapat
mengatakan
pada si
kecil untuk
menyimpannya
bila ada
temannya
yang akan
bermain ke
rumah dan
katakan
padanya, dia
tidak harus
selalu
berbagi
semua mainan
dengan
temannya. Ia
bisa memilih
mainan yang
lain untuk
dapat
dimainkan
bersama-sama.
7.Salah satu
cara lain
yang juga
efektif
adalah
belajar dari
teman seusia.
Usahakan
agar Anda
tidak selalu
melibatkan
diri pada
saat mereka
berebut
mainan.
Percayalah,
pada
akhirnya,
dengan
sendirinya,
anak-anak
belajar cara
berkompromi
karena
mereka akan
menyadari
bahwa bila
mereka egois,
maka
teman-teman
tidak akan
mau bermain
dengannya.
8.Bila si
kecil
bersikeras
tidak mau
berbagi dan
hal ini
merupakan
hambatan
utama
baginya,
selidiki
penyebabnya.
Apakah Anda
baru saja
pindah rumah?
Apakah dia
baru saja
mulai masuk
sekolah (taman
bermain)?
Atau apakah
binatang
peliharaan
kesayangannya
baru saja
mati? Pada
masa
transisi,
sikap
posesif
anak-anak
akan lebih
menonjol.
Hal ini
disebabkan
oleh rasa
kehilangan
karena baru
saja dia
memperoleh
sesuatu yang
dia sayangi
tiba-tiba
dia harus
kehilangan.
Beri
dukungan dan
bersama-sama
cari jalan
keluar
mengatasi
masalah yang
mengganggunya.